Pembekalan Skripsi STAINU Pacitan Tahun 2019

3
380
kegiatan Pembekalan skripsi tahun 2019

Pedoman Skripsi STAINU PACITAN 2019Skripsi merupakan karya ilmiah yang wajib disusun mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi program Sarjana Strata Satu (S1) berdasarkan hasil penelitian mandiri terhadap suatu masalah aktual yang dilakukan secara seksama dan terbimbing. Penulisan skripsi ini dimaksud untuk menilai kecakapan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara ilmiah dengan cara mengadakan penelitian sendiri, menganalisis dan menarik kesimpulan secara metodologis serta melaporkan hasilnya dalam bentuk skripsi. Dalam proses penyusunannya setiap mahasiswa akan dibimbing oleh dosen pembimbing dan hasilnya harus dipertanggungjawabkan dan dipertahankan dihadapan dewan penguji.

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
NAHDLATUL ULAMA PACITAN
2019

Kampus 1 : Jl. Letjend. S. Parman No. 44B Pacitan
Kampus 2 : RT 05 RW 02 Lingk. Temon Kelurahan Ploso Kec. / Kab. Pacitan
https://stainupacitan.ac.id

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Persyaratan Skripsi
B. Persyaratan Akademik dan Administrasi
C. Evaluasi Ujian Sripsi
D. Aspek-aspek yang dinilai pada waktu Ujian Skripsi
E. Kelulusan Skripsi
F. Pembatalan/Penundaan Ujian Skripsi
G. Ketentuan Pasca Ujian Skripsi

BAB II : PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI
BAB III : SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI
A. Bagian awal
B. Bagian Isi
C. Bagian Akhir

BAB IV : SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
A. Skripsi Penelitian Kuantitatif
B. Skripsi Penelitian Kualitatif
C. Skripsi Penelitian Kepustakaan

BAB V : TEKNIK PENGETIKAN SKRIPSI
A. Ukuran Pengetikan
B. Pengetikan Naskah
C. Anotasi Ilmiah

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

Skripsi merupakan karya ilmiah yang wajib disusun mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi program Sarjana Strata Satu (S1) berdasarkan hasil penelitian mandiri terhadap suatu masalah aktual yang dilakukan secara seksama dan terbimbing. Skripsi bisa diujikan apabila mahasiswa telah lulus seluruh mata kuliah.
Penulisan skripsi dimaksud untuk menilai kecakapan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara ilmiah dengan cara mengadakan penelitian sendiri, menganalisis dan menarik kesimpulan secara metodologis serta melaporkan hasilnya dalam bentuk skripsi. Masalah yang menjadi pokok bahasan skripsi harus disesuaikan dengan program studi keahlian yang dikembangkan mahasiswa. Dalam proses penyusunannya setiap mahasiswa akan dibimbing oleh dosen pembimbing dan hasilnya harus dipertanggungjawabkan dan dipertahankan dihadapan dewan penguji.

A. Persyaratan Skripsi
Skripsi yang memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan studi pada Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan (STAINUPA), adalah :
1. Karya asli hasil penelitian ilmiah yang berkualitas.
2. Menunjukkan kemampuan dan kemandirian mahasiswa dalam penemuan aplikasi dan atau pengembangan teori tertentu.
3. Bernilai manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan baik teori maupun praktek.
4. Ditulis sesuai dengan teknik penulisan yang berlaku pada STAINU Pacitan.

B. Persyaratan Akademik dan Administratif
Persyaratan akademik dan administratif yang harus dipenuhi oleh mahasiswa STAINU Pacitan yang akan menyusun skripsi, antara lain meliputi:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada STAINU Pacitan.
2. Telah menempuh mata kuliah minimal 120 sks.
3. Tidak dalam status cuti studi.
4. Memprogram skripsi pada waktu yang telah ditentukan sesuai kalender akademik.
5. Mengajukan judul skripsi kepada Ketua Program Studi
6. Mengajukan proposal skripsi kepada Ketua Program Studi
7. Melakukan proses pembimbingan proposal dan skripsi.
8. Mengikuti seminar proposal skripsi.
9. Penentuan pembimbing proposal dan skripsi dilakukan di tingkat Program Studi

C. Evaluasi Ujian Skripsi
Nilai kredit penulisan skripsi yang berbobot 6 sks, sudah termasuk didalamnya nilai kegiatan seminar skripsi, melaksanakan penelitian skripsi, kegiatan konsultasi bimbingan skripsi, penulisan skripsi dan munaqosah/mempertahankan materi skripsi pada ujian skripsi.
Penilaian akhir skripsi diberikan setelah mehasiswa berhasil dalam ujian/munaqosah skripsinya. Nilai Akhir Skripsi (NAS) diperoleh dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Ujian skripsi diselenggarakan oleh suatu Tim Penguji Skripsi yang dibentuk oleh Ketua STAINU Pacitan. Tim penguji skripsi sekurang-kurangnya terdiri atas 3 orang yang meliputi: Ketua, Sekretaris dan Penguji Utama. Persyaratan bagi penguji dan pembimbing skripsi sama dengan persyaratan penguji komprehensif.
2. Naskah skripsi yang diajukan harus disampaikan kepada Tim Penguji selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan ujian skripsi.
3. Penilaian skripsi meliputi 4 hal, yaitu :
a. Metodologi penelitian
b. Penguasaan isi materi skripsi
c. Bahasa
d. Tata tulis
4. Tata cara memberikan penilaian ditempuh dengan dua cara. Pertama, dengan musyawarah mufakat seluruh anggota tim penguji. Kedua, dengan cara menerapkan rumus Nilai Akhir Skripsi (NAS) serendah-rendahnya 2.00 (Cukup). Adapun rumus cara menghitung NAS adalah sebagai berikut :

Keterangan :
NAS = Nilai Akhir Skripsi
NP1 = Nilai Penguji 1
NP2 = Nilai Penguji 2
NP3 = Nilai Penguji 3

Cara menghitung NAS berstatus sama dengan mata kuliah lainnya. Misalnya sebuah skripsi yang penulisannya dibimbing oleh dua orang dosen Pembimbing dan dalam munaqosah diuji 3 orang dosen penguji. Penguji I memberi nilai 3.50, Penguji II memberi nilai 3.70, Penguji III memberi nilai 3.90, maka NAS-nya adalah :

3,7 dibulatkan menjadi 4.00 (predikat menyesuaikan penilaian yang berlaku tahun 2018 dari BAAK)

D. Aspek-aspek yang dinilai pada waktu ujian skripsi
1. Sikap peserta pada waktu pelaksanaan ujian
2. Penguasaan terhadap isi dan materi skripsi
3. Teknik penulisan skripsi
4. Metode penelitian yang digunakan
5. Aktualitas tema dan pokok masalah yang diangkat
E. Kelulusan Skripsi
1. Kewenangan untuk menentukan lulus tidaknya mahasiswa dalam ujian skripsi adalah tim penguji (ketua/penguji, penguji utama, dan sekretaris), tidak dibenarkan hanya salah satu penguji saja yang menentukan lulusan skripsi.
2. Kelulusan skripsi didasarkan pada keadaan skripsi dan mahasiswa yang diuji. Keadaan skripsi meliputi; kualitas bahasa, isi (materi) dan metodologi. Sedang keadaan mahasiswa yang di uji meliputi; penguasaan dan sikapnya (akhlaqnya).

F. Pembatalan/Penundaan Ujian Skripsi
1. Bagian yang berhak membatalkan ujian skripsi adalah Bagian Akademik dan Kemahasiswaan.
2. Ujian Skripsi dibatalkan bila ternyata ditemukan kekurangan syarat-syarat ujian skripsi.
3. Penguji tidak berhak membatalkan ujian skripsi jika yang mengetahui kekurangan syarat ujian skripsi adalah penguji, maka penguji menyerahkan penanganannya kepada Panitia Ujian Skripsi.

G. Ketentuan Pasca Ujian Skripsi
1. Mengambil blanko revisi pada bagian lembaga penelitian dan kemudian merevisi skripsi berdasar catatan sekretaris sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
2. Memintakan tanda tangan kepada sekretaris sebagai bukti bahwa skripsi telah direvisi.
3. Menyerahkan skripsi yang telah direvisi dan ditanda tangani oleh sekretaris beserta CD copy skripsi dan sof copy kepada LP3M untuk di jilid dan didokumentasikan sesuai dengan ketentuan.
4. Meminta tanda tangan kepada penguji dan Ketua STAINU Pacitan sebagai pengesahan.
5. Apabila menghendaki mahasiswa dapat menggandakan skripsi lebih banyak berdasarkan ketentuan yang ditetapkan.

BAB II
PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI

A. Mahasiswa Membuat dan Mengajukan Judul Penelitian kepada panitia skripsi. Dalam pembuatan dan pengajuan judul terdapat ketentuan sebagai berikut :
1. Pembuatan Judul, Ketentuan pembuatan judul adalah:
a. Judul diketik secara singkat dan jelas sesuai dengan minat studi dan keilmuan Program Studi Masing-Masing;
b. Judul yang akan diteliti tersebut disertai dengan latar belakang masalah dan deskripsi teori dan penelitian sebelumnya (disebut dengan PRA PROPOSAL). Dalam menyusun deskripsi teori dan penelitian sebelumnya wajib didukung 7 (tujuh) buku dan 3 Referensi yang lain ( Jurnal, Majalah, Internet ). Referensi buku dan Jurnal / Majalah /Internet diiletakkan dalam daftar pustaka.
c. Dalam Penulisan Pra Proposal tidak ada batas jumlah halaman, namun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa berdasarkan topik yang akan diteliti
2. Pengajuan Judul
a. Mahasiswa mengajukan judul penelitian secara tertulis (dengan mengisi form pengajuan judul)
b. Judul yang disetujui akan diumumkan oleh panitia skripsi dipapan pengumuman
c. Mahasiswa melakukan konsultasi judul kepada Ketua Program Studi Masing-masing. Jika judul penelitian yang diajukan mahasiswa dinyatakan layak, maka mahasiswa akan mendapatkan dosen pembimbing, sementara jika judul penelitian mahasiswa dinyatakan tidak layak maka mahasiswa bersangkutan melakukan pengajuan judul kembali sampai dinyatakan layak dan disetujui.

B. Mahasiwa akan dibimbing oleh dosen pembimbing yang telah ditentukan oleh panitia skripsi berdasarkan keahlian dosen. Proses pembimbingan sebagai berikut :
1. Pembimbingan dilakukan tatap muka dan dilakukan sesuai dengan jadwal kesepakatan antara dosen pembimbing dan mahasiswa
2. Pembimbingan dilakukan sejak mahasiswa mendapatkan persetujuan judul penelitian dan dosen pembimbing
3. Masa pembimbingan dimulai dari penulisan proposal penelitian sampai dengan pengajuan ujian skripsi
4. Dalam proses membimbing, wewenang dan tugas pembimbing adalah:
1) Dosen pembimbing berwenang untuk mengusulkan perubahan judul skripsi yang telah disetujui oleh panitia skripsi dengan menyebutkan pertimbangan dan alasan perubahan tersebut, sehingga dapat dipertimbangkan kembali oleh panitia skripsi. Perubahan judul skripsi tersebut dapat dilakukan melalui mahasiswa yang bersangkutan untuk melaporkan pada panitia skripsi.
2) Memberikan bimbingan terkait, teknik penulisan berdasarkan buku panduan penulisan skripsi dan materi keilmuan, literatur , metodologi yang relevan dengan kajian skripsi serta penyusunan bahan proposal dan hasil penelitian.
3) Menegur mahasiswa yang melalaikan tugas penyusunan skripsi
4) Melaporkan pada panitia skripsi tentang mahasiswa yang telah melanggar peraturan dalam penyusunan skripsi
5) Menyetujui permohonan ujian bagi mahasiswa yang dibimbing jika skripsi dianggap layak uji.
6) Mendampingi mahasiswa bimbingan dalam pelaksanaan ujian seminar proposal dan ujian skripsi

C. Ujian seminar proposal dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Telah melakukan pembimbingan minimal 3 kali dibuktikan dengan kartu Bimbingan
2. Proposal yang akan diajukan Telah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing dibuktikan dengan lembar persetujuan
3. Proposal yang diajukan memuat bab I , bab II dan bab III

D. Pelaksanaan Ujian Seminar Proposal akan dilakukan langsung oleh dosen pembimbing Masing-masing dan didampingi oleh panitia skripsi

E. Pengajuan surat ijin Penelitian dapat diajukan oleh mahasiswa ketika telah Melakukan bimbingan proposal skripsi Minimal 2 Kali dan dibuktikan dengan membawa kartu bimbingan. Pengajuan surat penelitian ke LP3M.

F. Pengajuan ujian skripsi dapat dilakukan dengan ketentuan sebagaimana berikut
1. Telah melakukan pembimbingan minimal 10 kali (termasuk dalam bimbingan seminar proposal)
2. Telah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing.
3. Skripsi yang diajukan sesuai dengan sistematika yang telah ditentukan
4. Pengajuan ujian skripsi disertai dengan beberapa syarat yang menyertai yaitu:
1) Sebagai mahasiswa aktif dibuktikan dengan bukti registrasi ulang, dan telah memprogram skripsi dalam semester pelaksanaan ujian skripsi
2) Telah lulus semua mata kuliah dengan dibuktikan dengan Transkrip Sementara
3) Menyerahkan naskah skripsi yang telah disetujui/ditanda-tangani oleh dosen pembimbing skripsi sebanyak 3 ekslempar

G. Sistematika penulisan proposal dan skripsi beserta contoh-contoh lembar pengesahan wajib disesuaikan dengan buku panduan penulisan ini.

BAB III
SISTEMATIKA PROPOSAL SKRIPSI

Proposal penelitian untuk skripsi terdiri atas bagian awal, bagian isi dan bagian akhir dengan jumlah halaman tidak lebih dari 15 halaman.

A. Bagian Awal
Bagian awal skripsi mencakup halaman sampul, halaman judul dan halaman persetujuan.
1. Halaman Sampul/Judul, meliputi; judul penelitian, lambang STAINU Pacitan, nama lengkap dan nomor induk mahasiswa (NIM dan NIMKO), dan diikuti dengan nama perguruan tinggi, jurusan dan tahun penyusunan proposal penelitian skripsi.
2. Halaman Pengajuan, meliputi; judul penelitian, maksud proposal penelitian, nama lengkap dan nomor induk mahasiswa (NIM dan NIMKO), diikuti dengan nama perguruan tinggi, jurusan dan bulan-tahun penyusunan proposal penelitian skripsi.
3. Halaman Persetujuan, halaman ini berisi persetujuan pembimbing sebagai pengantar untuk melanjutkan pelaksanaan penelitian dan mendapatkan surat pengantar penelitian dari Ketua STAINU Pacitan.

B. Bagian Isi
Bagian isi sebuah usulan penelitian dapat dibedakan dari jenis penelitian yang dilakukan, antara lain:

1. Penelitian Kuantitatif, sistematikanya sebagai berikut;

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Penegasan Istilah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Kegunaan Penelitian
F. Sistematika Pembahasan

Bab II Landasar Teori
A. Pembahasan Variabel A
B. Pembahasan Variabel B
C. Gabungan antara variable A dan B
D. Hipotesa

Bab III Metode Penelitian
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi, Sampling dan Sampel
C. Sumber Data dan Variabel Penelitian
D. Metode dan Instrumen Penelitian
E. Metode Analisis Data

2. Penelitian Kualitatif, sistematikanya sebagai berikut;

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Penegasan Istilah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Kegunaan Penelitian
F. Sistematika Pembahasan

Bab II Landasar Teori
A. Kajian Pustaka
B. Penelitian Terdahulu
C. Kerangka Berpikir

Bab III Metode Penelitian
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
C. Kehadiran peneliti
D. Prosedur Pengumpulan Data
E. Sumber Data dan Alat Pengumpulan Data
F. Teknik Pengumpulan Data
G. Teknik Analisis Data
H. Pengecekan Keabsahan Data

3. Penelitian Kepustakaan , sistematikanya sebagai berikut;

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Kerangka Teori
F. Metode Penelitian
G. Sistematika Pembahasan

Bab II Kajian Teori
Teori yang berhubungan dengan yang diteliti/dikaji

Bab III Data
Data Pemikiran Sang Tokoh/data yang revelan dan pendukung penelitian.

C. Bagian Akhir
Bagian akhir meliputi:
1. Rencana daftar isi skripsi, berisi tentang keseluruhan rencana daftar isi skripsi.
2. Daftar pustaka berisi keseluruhan literatur/referensi beserta pengarangnya, yang dijadikan sebagai acuan dalam penelitian. Cara penulisan daftar Pustaka sesuai dengan penulisan daftar kepustakaan pada skripsi.
3. Lampiran pada usulan penelitian bisa berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, pedoman angket , atau hal lain yang dianggap perlu.

BAB IV
SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

A. Skripsi Penelitian Kuantitatif
Laporan hasil penelitian skripsi terutama ditujukan untuk konsumsi masyarakat akademik. Laporan bagi masyarakat akademik terutama bagi penelitian yang bersifat kuantitatif cenderung bersifat teknis, berisi lengkap tentang apa-apa yang diteliti, mengapa hal tersebut diteliti, cara penelitian dilaksanakan, data-data yang diperoleh, hasil analisis data serta kesimpulan dari analisis data tersebut. Isinya disajikan dengan lugas, objektif dan format laporan cenderung kaku.
Berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut di atas, maka agar terdapat keseragaman laporan hasil penelitian (skripsi) bagi mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STAINU) Pacitan dibagi dalam tiga bagian utama, yakni bagian awal, bagian inti (isi) dan bagian akhir. Masing-masing bagian tersebut dirinci sebagai berikut:

1.Bagian Awal
Hal-hal yang termasuk dalam bagian awal ini adalah :
HALAMAN SAMPUL
HALAMAN PENGAJUAN
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR LAINNYA
ABSTRAK

2.Bagian Inti
Bagian ini berisi inti skripsi yang meliputi :
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Penegasan Istilah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Kegunaan Penelitian
F. Sistematika Pembahasan

BAB II Landasan Teori
A. Pembahasan Variabel A
B. Pembahasan Variabel B
C. Gabungan antara variable A dan B
D. Hipotesis

BAB III Metode Penelitian
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi, Sampling dan Sampel
C. Sumber Data dan Variabel Penelitian
D. Metode dan Instrumen Penelitian
E. Metode Analisis Data

BAB IV Laporan Hasil Penelitian
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
B. Pengujian Hipotesis dan Interpretasi
C. Pembahasan

BAB V Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran

4. Bagian Akhir
Hal-hal yang termuat dalam bagian akhir ini adalah :
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran :
– Angket penelitian
– Pedoman Observasi
– Pedoman Wawancara
– Surat Ijin Penelitian dari STAINU Pacitan
– Surat Keterangan Penelitian dari Lokasi penelitian
– Kartu Bimbingan
– Riwayat Hidup Penulis
– Lampiran lain yang diperlukan

Bagian Awal
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari unsur-unsur bagian awal sebagaimana tersebut di atas, berikut diuraikan isi yang termuat dari masing-masing unsur tersebut.

Halaman Sampul
Halaman sampul berisi: judul secara lengkap, nama lengkap dan nomor induk mahasiswa (NIM dan NIMKO), logo STAINU Pacitan dan diikuti nama jurusan, nama perguruan tinggi, tempat dan tahun penyelesaian skripsi. Tata letak masing-masing bagian diatur secara simetris, rapi dan serasi.(contoh lampiran 1)

Halaman Pengajuan
Halaman pengajuan terdiri dari; 1) judul skripsi yang lengkap dan ditulis dengan huruf kapital; 2) teks pengajuan, contoh: Skripsi diajukan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan untuk memenuhi sebagian syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan; 3) nama lengkap dan nomor induk mahasiswa (NIM dan NIMKO); 4) nama jurusan, nama lengkap perguruan tinggi, tempat dan tahun penyelesaian penulisan. (contoh lampiran 2)

Halaman Persetujuan
Halaman persetujuan ini memuat persetujuan dari pembimbing skripsi. Hal-hal yang dicantumkan dalam lembar ini adalah: 1) teks yang menyatakan bahwa skripsi telah dibimbing dan memenuhi syarat untuk diujikan; 2) nama lengkap Pembimbing. (contoh lampiran 3)

Halaman Pengesahan
Halaman ini berupa pengesahan skripsi oleh para penguji dan pimpinan perguruan tinggi. Dalam lembar ini dicantumkan tanggal, bulan dan tahun dilaksanakannya ujian; tanda tangan dan nama lengkap dari masing-masing dewan penguji serta pimpinan perguruan tinggi. (contoh lampiran 4)

Halaman Motto
Halaman ini dimaksudkan sebagai pengungkapan atau pernyataan dari penulis mengenai motto dalam penyelesaian skripsi.(contoh lampiran 5)

Halaman Persembahan
Halaman ini boleh ada dan boleh tidak, karena halaman ini dimaksudkan sebagai pengungkapan atau pernyataan dari penulis terhadap orang-orang yang berjasa dalam penulisan skripsi.(contoh lampiran 6)

Kata Pengantar
Dalam kata pengantar memuat ungkapan syukur kepada Allah SWT dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang dianggap berjasa (orang, lembaga, instansi, organisasi dll) dalam mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan penulisan skripsi.Pada akhir kata pengantar biasanya ditunjukkan kerendahan hati penulis dengan menyatakan kekurangan atau kelemahan dari penelitian yang telah dilaksanakan disertai permintaan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi.
Teks Kata Pengantar diketik dengan huruf kapital, simetris pada bidang atas pengetikan tanpa tanda titik.Teks dalam kata pengantar diketik dengan spasi ganda (dua spasi), panjangnya tidak boleh lebih dari dua halaman. Pada akhir teks dalam kata pengantar dicantumkan kata “Penulis”(contoh lampiran 7)

Daftar Isi
Daftar isi menggambarkan garis besar organisasi keseluruhan isi skripsi, untuk itu didalam daftar isi dimuat judul bab, judul subbab dan judul anak subbab yang disertai dengan nomor halaman tempat pemuatannya. Semua judul bab diketik dengan huruf kapital, sedang judul subbab dan judul anak subbab huruf awalnya saja yang diketik dengan huruf kapital. Penulisan daftar isi antara judul bab, judul subbab dan judul anak subab diketik dengan spasi ganda. Apabila pada judul bab, judul subbab dan judul anak subbab diketik lebih dari satu baris, maka pada baris tersebut digunakan spasi tunggal. (contoh lampiran 8)

Daftar Tabel
Halaman daftar tabel mencantumkan nomor tabel, judul tabel serta halaman untuk setiap tabel. Judul tabel harus sama dengan yang terdapat dalam teks skripsi. Judul tabel yang lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul tabel yang satu dengan yang lain diketik dengan spasi ganda. (contoh lampiran 9)

Daftar Bagan/Gambar
Pada daftar bagan/gambar dimuat nomor bagan/ gambar, judul bagan/gambar serta halaman untuk setiap bagan/gambar. Judul gambar harus sama dengan yang terdapat dalam teks skripsi. Judul gambar yang lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul bagan/gambar yang satu dengan yang lain diketik dengan spasi ganda. (contoh lampiran 10)

Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat nomor dan judul lampiran. Antara judul lampiran yang satu dengan yang lain diketik dengan spasi tunggal. (contoh lampiran 11)

Daftar lainnya
Jika dalam sebuah skripsi banyak digunakan tanda-tanda lain yang mempunyai makna esensial (misalnya singkatan atau lambang dan sebagainya), maka perlu daftar khusus mengenai lambang-lambang tersebut.

Abstrak
Abstrak merupakan ikhtisar skripsi yang ditulis secara singkat dan padat. Formatnya kata abstrak ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital, simetris dibatas atas bidang pengetikan tanpa tanda titik dan tanpa disertai judul skripsi. Jarak dua spasi berikutnya ditepi kiri ditulis secara berurutan: nama penulis diakhiri dengan titik, tahun lulus diakhiri dengan titik, Nim diakhiri dengan koma, Nimko diakhiri dengan titik, judul dicetak miring ditulis dengan huruf kecil (pada huruf-huruf pertama setiap kata ditulis huruf kapital kecuali kata sambung) dan diakhiri dengan titik, kata skripsi diakhiri dengan koma, nama program studi (tidak boleh disingkat) diakhiri dengan koma, nama jurusan diakhiri dengan koma, nama perguruan tinggi dan diakhiri dengan titik, kemudian nama pembimbing lengkap dengan gelar akademiknya dan diakhiri dengan tanda titik.
Dalam teks abstrak dicantumkan permasalahan dan tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan, temuan hasil-hasil penelitian serta saran jika ada. Panjang abstrak maksimal satu halaman dengan jarak ketikan spasi tunggal (satu spasi) dengan ukuran huruf 12 .(contoh lampiran 12)

Bagian Inti
Hal-hal yang termasuk dalam bagian inti pada skripsi terdiri dari beberapa bab sebagaimana tersebut di atas, yang masing-masing unsur didalamnya akan diuraikan sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan
Sebagai bab pertama dalam skripsi, pendahuluan akan mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa penelitian ini dilakukan. Sehingga pada bab pendahuluan ini biasanya dimuat: 1) latar belakang masalah; 2) penegasan istilah 3) rumusan masalah; 4) tujuan 5) kegunaan penelitian; dan 6) sistematika Pembahasan

A. Latar Belakang Masalah
Penelitian lazimnya dilakukan untuk menjawab keingintahuan peneliti dalam mengungkapkan suatu gejala/fenomena/masalah yang harus dicari jawabannya. Pada bagian ini penulis harus dapat mengungkapkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik teoritik ataupun praktis yang melatarbelangi permasalahan yang akan diteliti. Dalam latar belakang masalah ini dapat pula dipaparkan secara ringkas teori, temuan-temuan penelitian terdahulu, hasil-hasil seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pribadi yang terkait dengan masalah yang akan diteliti untuk mendapat pijakan/landasan yang lebih kuat.Disamping itu dalam latar belakang masalah ini hendaknya dapat mencerminkan adanya urgensitas, kemenarikan dan keunikan permasalahan yang diangkat dalam penelitian.

B. Penegasan Istilah
Penegasan istilah diperlukan untuk menghindari munculnya perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna dalam penelitian.Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat dalam skripsi.Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah atau variabel penelitian.Penegasan istilah harus dijelaskan secara konseptual, yakni penegasan istilah berdasarkan pada teori-teori, gagasan, konsep yang dikemukakan oleh para ahli, dan penegasan istilah secara operasional, yaitu penegasan istilah yang lebih dititik beratkan pada pengertian yang diberikan oleh penulis. Dengan penegasan istilah memungkinkan orang lain untuk melakukan hal yang serupa, sehingga apa yang dilakukan penulis terbuka untuk diuji kembali oleh penulis lain.

C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan upaya penulis untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.Permasalahan yang sudah diidentikasi terkadang sifatnya masih umum, belum konkrit dan spesifik, oleh karena itu permasalahan tersebut harus dipersempit agar lebih konkrit dan spesifik melalui pemacahan masalah menjadi sub masalah yang relevan dengan permasalahan pokoknya.
Perumusan masalah disusun secara ringkas, jelas dan padat. Perumusan masalah yang baik akan menggambarkan jenis, sifat atau hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti serta bagaimana mengukurnya. Selain itu perumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian.Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya, dimana pada perumusan masalah penelitian digunakan kalimat tanya sedangkan tujuan penelitian digunakan kalimat jawaban.

E. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini dijelaskan mengenai manfaat atau kegunaan teoritis dan praktis penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Uraian dalam kegunaan penelitian ini berisi alasan kelayakan atas masalah yang akan diteliti yang diharapkan dalam uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan penelitian.

F. Sistematika Pembahasan
Penyusunan sistematika pembahasan hendaknya dapat memberikan gambaran secara lengkap dari sebuah skripsi.Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan para pembaca untuk mengetahui tata urut atau susunan skripsi tersebut.

BAB II Landasan Teori
Dalam landasan teori ini minimal menggunakan 2 variabel, yaitu variabel A(bebas) dan variabel B(terikat)
A. Landasan Teori tentang Variabel A
Landasan teori berisikan kajian pustaka yang memuat gagasan pokok, yakni deskripsi teoritis tentang objek-objek segala hal menyangkutvariable A yang akan diteliti.Untuk dapat memberikandeskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam tentang variable A.

B. Landasan Teori tentang Variabel B
Landasan teori berisikan kajian pustaka yang memuat gagasan pokok, yakni deskripsi teoritis tentang objek-objek segala hal menyangkut variable B yang akan diteliti. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam tentang variable B

C. Landasan Teori tentang Gabungan Variabel A dan Variabel B
Sementara itu argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut penulis untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan.
Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Kajian pustaka akan lebih baik jika didasarkan pada sumber-sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian, sementara sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang.
Dalam pemilihan bahan pustaka hendaknya didasarkan pada dua hal, yakni prinsip kemutakhiran dan relevansi.Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat, sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya, sehingga diharapkan dengan prinsip kemutakhiran ini para penulis dapat menyajikan teori-teori yang representatif pada waktu penelitian itu dilaksanakan. Prinsip relevansi juga diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang akan diteliti.

D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.Rumusan hipotesis bersifat definitif atau direksional, yakni dalam rumusan hipotesis tidak hanya menyebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel tetapi juga ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu.
Dalam merumuskan hipotesis hendaknya mencakup: 1) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih; 2) dituangkan dalam pernyataan; 3) singkat, padat dan jelas; serta 4) dapat diuji secara empiris.

Bab III Metode Penelitian
Metode penelitian masuk dalam bab tersendiri jika penelitian lapangan (field research), jika penelitian kepustakaan (library research), maka metode penelitian diletakkan pada bab I sebelum sistematika pembahasan. Subbab dalam metode penelitian ini paling tidak mencakup: rancangan penelitian, populasi, sampling dan sampel, sumber data dan variable penelitian, metode dan instrumen pengumpulan data serta metode analisis data.

A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian merupakan strategi untuk mengatur latar penelitian agar peneliti mendapatkan data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian.
Untuk penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel terikat.
Untuk penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian ditinjau dari tujuan dan sifat penelitian.Selain itu juga perlu dimasukkan variabel-variabel yang dilibatkan dan hubungan dari masing-masing variabel.

B. Populasi, Sampling dan Sampel
Populasi, sampling dan sampel digunakan jika penelitian yang dilakukan menggunakan sampel sebagai subyek, namun apabila sasaran penelitian keseluruhan anggota populasi maka sebaiknya menggunakan istilah subyek penelitian.
Penjelasan yang mendetail tentang populasi perlu diberikan agar banyaknya sampel dan cara pengambilannya (sampling) dapat ditentukan dengan tepat. Dalam penentuan sampel hal-hal yang perlu diperhatikan adalah akurasi, ketelitian dan representasi.
Sehingga perihal yang perlu dibahas dalam bagian ini meliputi identifikasi dan batasan populasi, sampling atau prosedur dan teknik pengambilan sampel serta penentuan besarnya sampel.
C. Sumber data dan Variabel Penelitian
Sumber data dalam penelitian hendaknya ditentukan apakah berupa responden (orang) atau berupa dokumen (barang).Responden atau dokumen harus benar-benar yang daripadanya dapat diperoleh data atau informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.Penentuan sumber data dalam penelitian harus sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian.
Variabel penelitian merupakan masalah atau topic yang didalamnya memuat variasi-variasi, dan dari jenis variasi itulah yang biasanya ditetapkan sebagai masalah penelitian.Variabel ini biasanya menyesuaikan dengan pola penelitiannya, penelitian korelasi biasanya terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan terikat, sedangkan untuk penelitian yang komparatif atau deskriptif cenderung menggunakan satu variabel atau variabel tunggal.

D. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah menjelaskan semua metode dan alat yang digunakan untuk mengambil data dari sumber data yang telah ditentukan. Pada bagian metode pengumpulan data ini diuraikan tentang jenis metode yang dipilih atau digunakan, alasan penggunaan metode tersebut, cara atau aplikasi penggunaan metode serta validitas dari data yang diperoleh dengan metode tersebut. Sedang pada bagian instrumen pengumpulan data harus memuat kisi-kisi instrument yang akan digali dari sumber data yang telah ditentukan, sedangkan instrumennya yang asli cukup dilampirkan.

E. Metode Analisis Data.
Bagian ini menjelaskan tentang analisis data yang digunakan, yaitu analisa statistik yang meliputi deskriptif seperti korelasi, regresi dan inferensial seperti menghitung harga rata-rata, standar deviasi dll.
Untuk menganalisis data yang variabelnya tunggal dan bersifat deskriptif, analisa datanya menggunakan rumus statistic persentase untuk penelitian yang bersifat korelasional analisa datanya menggunakan rumus statistik peoduct moment (rxy) atau chi kwadrat (X2), sedangkan untuk penelitian yang bersifat komparasional analisa datanya menggunakan rumus statistik test “t”
Selain penjelasan tentang jenis atau teknik analisa data yang digunakan perlu juga dicantumkan alasan pemilihannya.Jika teknik yang digunakan sudah cukup populer maka tidak perlu dibahas secara panjang dan lebar, begitu pula sebaliknya.

Bab IV Hasil Penelitian

A. Diskripsi Lokasi Penelitian
Diskripsikan semua hasil awal penelitian mulai dari sejarah lokasi dan data-data pendukung.

B. Pengujian Hipotesis dan Interpretasi
Dalam penelitian yang menguji hipotesis, laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi tiga bagian besar:

1. Deskripsi Data
Kata deskripsi data bukan merupakan judul subbab, karena pada bagian ini diuraikan masing-masing variabel yang telah diteliti.Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif.Setiap variabel dilaporkan dalam subbab tersendiri dengan merujuk pada rumusan masalah atau tujuan penelitian.
Materi yang disajikan adalah temuan yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat namun bermakna. Rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan untuk temuan-temuan tersebut disajikan pada lampiran (apabila dipandang perlu)

2. Pengujian Hipotesis dan interpretasi
Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel. Hipotesis penelitian dikemukakan dalam bab ini, termasuk hipotesis nolnya dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya serta penjelasan atas hasil pengujian itu secara ringkas dan padat. Penjelasan tentang hasil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka-angka statistik yang diperoleh dari perhitungan statistik.

3. Pembahasan Hasil Penelitian
Tujuan dari pembahasan adalah 1) untuk menjawab masalah penelitian atau menunjukkan tujuan penelitian dicapai; 2) menafsirkan temuan-temuan penelitian; 3) mengintegrasikan temuan penelitian kedalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan; 4) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru dan 5) menjelaskan implikasi-implikasi lain dari hasil penelitian termasuk keterbatasan temuan-temuan penelitian.
Pembahasan hasil penelitian akan menjadi penting manakala hipotesis penelitian yang diajukan ditolak. Faktor yang menyebabkan hipotesis ditolak karena faktor non metodologis dan faktor metodologis. Faktor non metodologis seperti adanya intervensi variabel lain, sehingga menghasilkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Faktor metodologis seperti kurang memenuhinya instrumen yang digunakan, disini harus dijelaskan mengenai ketidak sempurnaan instrumen tersebut. Penjelasan terhadap kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam penelitian akan dapat dijadikan sebagai pijakan untuk menyarankan demi perbaikan dan kesempurnaan bagi penelitian sejenis dimasa berikutnya.
Pembahasan hasil penelitian juga berguna untuk modifikasi teori-teori atau menyusun teori baru.Hal ini penting jika penelitian yang dilakukan dimaksudkan menelaah teori.Jika teori yang dikaji ditolak sebagian hendaknya dijelaskan bagaimana modifikasinya dan penolakan terhadap teori harus disertai dengan rumusan teori baru.

Bab V Penutup
Pada bab V atau bab terakhir dari bagian inti skripsi ini dimuat dua hal pokok, yaitu kesimpulan dan saran.
A. Kesimpulan
Isi kesimpulan harus terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian atau terikat secara substantif dengan temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang ditetapkan sebelumnya.Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. Tata urutannyapun hendaknya sama dengan yang ada dalam rumusan dan tujuan penelitian.

B. Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan dan kesimpulan serta tidak keluar dari ruang lingkup dan implikasi penelitian, saran yang disampaikan harus sesuai dengan rumusan kegunaan penelitian yang telah ditetapkan pada bab I skripsi.
Saran hendaknya dapat dilaksanakan oleh orang yang diberi saran, tidak sulit ditafsirkan dan jelas yang dituju. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi, lembaga pemerintah atau swasta dan individu atau pihak lain yang layak.

Bagian Akhir
Hal-hal yang dapat dimasukkan dalam bagian ini adalah yang menunjang atau terkait erat dengan uraian yang terdapat pada bagian inti, seperti: 1) daftar kepustakaan, 2) lampiran-lampiran yang menunjang dan 3) riwayat hidup.

Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukkan kedalam daftar pustaka harus sudah disebut dalam teks dan bukan bahan pustaka yang digunakan sebagai bahan bacaan. Tehnik penulisan daftar kepustakaan akan dibahas pada bab akhir buku ini.
Istilah daftar pustaka dapat digunakan untuk menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang digunakan oleh penulis baik yang dirujuk ataupun yang tidak dirujuk dalam teks.Sementara itu daftar kepustakaan juga dapat digunakan untuk menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang digunakan oleh penulis yang hanya dirujuk dalam teks saja.Dalam penyusunan skripsi ini daftar pustaka yang dimaksud adalah bahan-bahan pustaka yang digunakan oleh penulis yang hanya dirujuk dalam teks.

Lampiran-lampiran
Lampiran-lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang penting dalam skripsi, misalnya instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian, rumus-rumus statistik yang digunakan, hasil perhitungan statistik, surat ijin dan bukti pelaksanaan penelitian serta lampiran lain yang dianggap perlu. Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka arab.

Riwayat Hidup
Hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup adalah nama lengkap penulis, tempat dan tanggal lahir, pengalaman pendidikan baik formal maupun non formal, pengalaman berorganisasi yang relevan (jika punya) dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih selama belajar di perguruan tinggi ataupun waktu duduk di sekolah dasar dan menengah. Bagi yang berkeluarga dapat mencantumkan nama suami/ istri dan anak-anaknya.

B. Skripsi Penelitian Kualitatif
Secara umum yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Pendapat lain menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks (holistic-kontekstual), melalui pengumpulan data dari latar alami dimana instrumen pokoknya adalah peneliti sendiri. Karena instrumen pokok dalam penelitian kualitatif adalah peneliti senditi, maka dia harus terlibat dalam kehidupan orang-orang yang diteliti dan lebih dari sekedar terlibat diapun harus mengenal dan tinggal bersama-sama dengan yang diteliti agar dia dapat memahami mereka dari pandangan sendiri.
Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis induktif.Ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya, sehingga laporan penelitian ini disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan nebakan serta menunjukkan ciri-ciri alamiahnya (naturalistic).
Laporan penelitian kualitatif harus memiliki fokus yang jelas. Fokus merupakan penentuan apa yang akan diutarakan kepada pembaca. Fokus dapat berupa masalah, objek evaluasi atau pilihan kebijakan.Laporan penelitian kualitatif seharusnya memiliki struktur dan bentuk yang koheren yang dapat memenuhi maksud yang tercermin dalam fokus penelitian.
Laporan penelitian kualitatif pada dasarnya sama dengan laporan penelitian kuantitatif yang terdiri dari tiga bagian utama, yakni bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Hal-hal yang membedakan terdapat dalam bagian inti.Berikut ini model laporan penelitian kualitatif yang dapat digunakan.

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Penegasan Istilah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Kegunaan Penelitian
F. Sistematika Pembahasan

BAB II Landasan Teori
A. Kajian Pustaka
B. Penelitian Terdahulu
C. Kerangka Berpikir

BAB III Metode Penelitian
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
C. Kehadiran peneliti
D. Prosedur Pengumpulan Data
E. Sumber Data dan Alat Pengumpulan Data
F. Teknik Pengumpulan Data
G. Teknik Analisis Data
H. Pengecekan Keabsahan Data

BAB IV Temuan Penelitian dan Pembahasan
A. Deskripsi Objek Penelitian
B. Temuan Penelitian
C. Pembahasan

BAB V .Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran

Berikut penjelasan tentang bagian inti skripsi penelitian kualitatif, yaitu:

Bab I Pendahuluan (sama dengan penelitian kuantitatif)

BAB II Landasan Teori

1) Kajian Pustaka
Diuraikan konsep-konsep, pengertian-pengertian, penjelasan, jenis-jenis, faktor-faktor, dimensi-dimensi, indikator-indikator , unsur-unsur, ciri-ciri, langkah-lamgkah, aturan-aturan, hukum-hukum, perundang-undangan teori-teori, hukum-hukum, dalil-dalil yang ada hubungannya dengan variabel yang diteliti berdasarkan referensi kepustakaan yang mendukung. Kutipan kajian pustaka bisa dikutip penuh atau hasil dari kristalisasi penulis.
Disamping hasil teori-teori, dalil-dalil, hukum-hukum dalam bagian ini juga berisi hasil kajian empirik dari hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan untuk disintesiskan dengan teori-teori yang ada.

2) Penelitian Terdahulu
Bagian ini menekankan pada penelusuran karya-karya dan penelitian dengan tema yang sama atau hampir sama pada masa-masa sebelumnyahingga saat penulisan proposal. Berdasarkan penjabaran tersebut, posisi peneliti dalam penelitian yang akan dilakukan harus dijelaskan. Apakah penelitian terhadap persoalan yang sama sekali baru, atau mengulang penelitian yang lama dengan pendekatan yang berbeda. Penelitian terdahulu minimal 3 buah Dalam bentuk skripsi atau penelitian yang lainnya.

3) Kerangka Berfikir
Merupakan penjelasan sementara terhadap suatu gejala yang menjadi objek permasalahan kita.Kerangka berpikir ini disusun dengan berdasarkan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan atau terkait.
Kerangka berpikir ini merupakan buatan kita sendiri, bukan dari buatan orang lain. Dalam hal ini, bagaimana cara kita berargumentasi dalam merumuskanhipotesis. Argumentasi itu harus membangun kerangka berpikir sering timbul kecenderungan bahwa pernyataan-pernyataan yang disusun tidak merujuk kepada sumber keputusan, hal ini disebabkan karena sudah habis dipakai dalam menyusun kerangka teoritis.Dalam hal menyusun suatu kerangka berpikir, sangat diperlukan argumentasi ilmiah yang dipilih dari teori-teori yang relevan atau saling terkait.Agar argumentasi kita diterima oleh sesama ilmuwan, kerangka berpikir harus disusun secara logis dan sistematis.

Bab III Metode Penelitian

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Bagian ini perlu menjelaskan bahwa penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif serta alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan.Selain itu juga dikemukakan orientasi teoritik, yaitu landasan berpikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, etnomenologis atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan, apakah studi kasus, partisipatori, etnografi ataukah grounded theory.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Menjelaskan tentang identifikasi karakteristik, alasan memilih lokasi(keunikannya), bagaimana peneliti memasuki wilayah lokasi tersebut. Dalam menentukan lokasi penelitian cara terbaik ditempuh dengan jalan mempertimbangkan teori subtantif dan menjajaki lapangan untuk mencari kesesuaian dengan kenyataan yang ada di lapangan sementara itu keterbatasan geografi dan praktis seperti waktu, biaya, tenaga perlu juga dijadikan pertimbangan dalam penentuan lokasi penelitian.

C. Kehadiran Peneliti
Pada bagian ini dinyatakan bahwa instrumen utama dalam pengumpulan data adalah peneliti, oleh karena itu kehadiran peneliti mutlak diperlukan.Kehadiran peneliti ini dilukiskan secara eksplisit dalam laporan penelitian.Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan atau pengamat penuh.Disamping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subyek atau informan.

D. Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai tempat dan berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari tempatnya dapat dikumpulkan pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, dan lain-lain.Uraikan langkah-langkah Anda dengan jelas dalam mengumpulkan data.

E. Sumber Data dan Alat Pengumpulan Data
Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden (orang yang merespon atau menjawab pertanyaan pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan).
Apabila menggunakan observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau proses sesuatu. Apabila penelitimenggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatan yang menjadi sumber data.

F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan adata adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Sedangkan instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan pengumpulan data agar menjadi lebih mudah dan sistematis.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian akan digunakan untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan atau masalah yang telah dirumuskan, dan yang pada akhirnya akan dipergunakan sebagai dasar dalam pengambilan kesimpulan atau keputusan.
Oleh karena itu, data harus merupakan data yang baik dan benar agar data yang dikumpulkan baik dan benar, maka instrumen atau alat bantu pengumpulan datanya juga harus baik dan benar. Misalnya observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

G. Teknik Analisis Data
Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang datapat dikelolah, mensintesiskan, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Analisis data kualitatif prosesnya sebagai berikut:

1) Proses mencatat yang menghasilakan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.
2) Mengumpulkan,memilah-milah,mengklasifikasikan, menyintesiskan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya.
3) Berfikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan.
4) Membuat temuan-temuan umum.

H. Pengecekan Keabsahan Data
Kriteria yang digunakan dalam pengecekan data atau pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini adalah pengecekan dengan criteria kredibilitas.Kredibilitas adalah suatu kreteria untuk memenuhi bahwa data informasi yang dikumpulkan harus mengandung nilai kebenaran, yang berarti bahwa hasil penelitian kualitatif dapat dipercaya oleh pembaca dan dapat diterima oleh responden yang memberikan informasi yang dikumpulkan selama penelitian berlangsung.
Supaya dapat memperoleh data kredibilitas yang valid maka ada tujuh teknik yang perlu dilakukan oleh peneliti yaitu: Prolongend engagement, Persistentobservation, Trianggulation, Pear debriefing, Member check, Negative Case Analysis, dan Refencycal Adequacy Check.

Bab IV Temuan Penelitian dan Pembahasan

A. Diskripsi Obyek Penelitian
Berisi uraian akan data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian dan hasil analisis data.

B. Temuan Penelitian
Temuan penelitian memaparkan data-datayang diperoleh dari pengamatan (apa yang terjadi) dan atau hasil wawancara (apa yang dikatakan) serta deskripsi informasi lainya (dokumentasi dll). Hasil analisis data dari hasil temuan penelitian disajikan dalam bentuk pola, tema, tendensi, kecenderungan, serta dapat berupa penyajian kategori, sistem klasifikasi dan tipologi.

C. Pembahasan
Sub Bab ini memuat gagasan peneliti, keterkaitan antara pola-pola, kategori-kategori, dan dimensi-dimensi, posisi temuan kaitannya dengan teori-teori dan temuan penelitian sebelumnya. Serta penafsiran dan penjelasan dari temuan atau teori yang diungkap dari lapangan (grounded theory) atau interpretasi dan eksplanasi dari temuan yang terungkap dari lapangan.

BAB V Penutup
Penutup memuat temuan pokok atau kesimpulan, implikasi dan tindak lanjut penelitian serta saran-saran yang diajukan.

C. Skripsi Penelitian Kepustakaan

Skripsi Penelitian kepustakaan (library research) merupakan penampilan argumentasi penalaran keilmuan yang memaparkan hasil kajian pustaka dan olah pikir penulis mengenai suatu masalah/topik kajian.Skripsi jenis ini berisi satu topik yang memuat beberapa gagasan dan atau proposisi yang berkaitan yang harus didukung oleh data yang diperoleh dari sumber pustaka.
Sumber pustaka untuk bahan kajian dapat berupa jurnal penelitian, karangan ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, makalah), laporan penelitian, buku teks, materi seminar/diskusi ilmiah serta terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Bahan-bahan kajian harus dibahas secara kritis dan mendalam dalam rangka mendukung gagasan dan atau proposisi untuk menghasilkan kesimpulan dan saran.
Ditinjau dari klasifikasi bentuk, sumber pustaka untuk bahan kajian dibedakan sebagai berikut:
1. Sumber tertulis (printed material) yang biasanya disebut: dokumen antara lain: jurnal penelitian, disertasi, tesis, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah, otobiografi, surat pribadi, catatan harian, kliping, buku harian, surat kabar, majalah, buku notulen rapat, buku inventaris, buku-buku pengetahuan, surat-surat keputusan dan lain-lain yang ditulis tangan dan yang dicetak atau diterbitkan oleh penerbit, baik yang dipublikasikan secara umum maupun tidak.
2. Sumber bahan yang tidak tertulis (non printed materials): adalah segala bentuk sumber pustaka yang bukan tulisan antara lain rekaman suara, benda-benda hasil peninggalan purbakala (relief, manuskrip, prasasti dan sebagainya) film, slide, mikrofilm, disc, compact disk, data server, data yang tersimpan diwebsite dan lain-lainnya.
Ditinjau dari klasifikasi isi, sumber pustaka dibedakan sebagai berikut:
1. Sumber primer adalah sumber bahan atau dokumen yang dikemukakan atau digambarkan sendiri oleh orang atau pihak yang hadir pada waktu kejadian yang digambarkan tersebut berlangsung, sehingga mereka dapat dijadikan saksi. Dalam penelitian historis, kedudukan sumber primer sangat utama karena dari sumber primer inilah keaslian dan kemurnian isi sumber bahan lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan sumber sekunder.
2. Sumber sekunder adalah sumber bahan studi yang digambarkan oleh bukan orang yang ikut mengalami atau yang hadir pada waktu kejadian berlangsung.
Sistematika skripsi kepustakaan terbagi atas tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Pada bagian awal dan akhir skripsi hasil kajian pustaka bentuk dan formatnya sama dengan skripsi hasil penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Sementara pada bagian inti tidak bisa sama karena jumlah bab dan isi disesuaikan dengan permasalahan yang diajukan. Hal-hal yang ada dalam bagian inti skripsi kepustakaan adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Kerangka teori
F. Metode Penelitian
G. Sistematika Pembahasan

BAB II Kajian Teori
Teori yang berhubungan dengan yang diteliti/dikaji

BAB III Data
Data Pemikiran Sang Tokoh/data yang revelan dan pendukung penelitian.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
Analisis tentang pembahasan yang dikaji/gagasan tokoh yang diteliti

BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

Berikut penjelasan tentang bagian inti skripsi penelitian kepustakaan, yaitu:

Bab I Pendahuluan
Sebagai bab pertama dalam skripsi, pendahuluan akan mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa penelitian ini dilakukan. Sehingga pada bab pendahuluan ini biasanya dimuat: 1) latar belakang masalah; 2) rumusan masalah; 3) tujuan penelitian,4) kegunaan penelitian, 5) kerangka teori, 6), Metode Penelitian dan 7) sistematika Pembahasan

A. Latar Belakang Masalah
Penelitian lazimnya dilakukan untuk menjawab keingintahuan peneliti dalam mengungkapkan suatu gejala/ fenomena/masalah yang harus dicari jawabannya. Pada bagian ini penulis harus dapat mengungkapkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik teoritik ataupun praktis yang melatarbelangi permasalahan yang akan diteliti. Dalam latar belakang masalah ini dapat pula dipaparkan secara ringkas teori, temuan-temuan penelitian terdahulu, hasil-hasil seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pribadi yang terkait dengan masalah yang akan diteliti untuk mendapat pijakan/landasan yang lebih kuat. Disamping itu dalam latar belakang masalah ini hendaknya dapat mencerminkan adanya urgensitas, kemenarikan dan keunikan permasalahan yang diangkat dalam penelitian.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan upaya penulis untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Permasalahan yang sudah diidentikasi terkadang sifatnya masih umum, belum konkrit dan spesifik, oleh karena itu permasalahan tersebut harus dipersempit agar lebih konkrit dan spesifik melalui pemacahan masalah menjadi sub masalah yang relevan dengan permasalahan pokoknya.
Perumusan masalah disusun secara ringkas, jelas dan padat. Perumusan masalah yang baik akan menggambarkan jenis, sifat atau hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti serta bagaimana mengukurnya. Selain itu perumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian.Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya, dimana pada perumusan masalah penelitian digunakan kalimat tanya sedangkan tujuan penelitian digunakan kalimat jawaban.

D. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini dijelaskan mengenai manfaat atau kegunaan teoritis dan praktis penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Uraian dalam kegunaan penelitian ini berisi alasan kelayakan atas masalah yang akan diteliti yang diharapkan dalam uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan penelitian.

E. Kerangka Teori

a. Kajian Pustaka

Pada bagian ini peneliti menjelaskan teori atau konsep dari para pakar yang relevan dengan rumusan masalah penelitian

b. Penelitian Terdahulu

Bagian ini menekankan pada penelusuran karya-karya dan penelitian dengan tema yang sama atau hampir sama pada masa-masa sebelumnya hingga saat penulisan proposal. Berdasarkan penjabaran tersebut, posisi peneliti dalam penelitian yang akan dilakukan harus dijelaskan. Apakah penelitian terhadap persoalan yang sama sekali baru, atau mengulang penelitian yang lama dengan pendekatan yang berbeda. Penelitian terdahulu minimal 3 buah skripsi.Kutipan penelitian terdahulu ditulis dalam bentuk footnote.Aspek yang ditulis dalam penelitian terdahulu meliputi; judul penelitian, rumusan masalah/pertanyaan penelitian dan hasil penelitian.

G. Metode Penelitian

1) Pendekatan dan Jenis Penelitian
Memuat pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan disertai dengan alasan secara ilmiah.

2) Sumber Data
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder.Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah buku/sumber rujukan lain yang berbicara secara langsung pokok penelitian yang dibahas.
Contoh data sekunder misalnya buku/sumber rujukan lain yang secara eksplisit tidak membahas, namun secara implisit masih terkaitan dengan objek yang diteliti.

3) Analisis Data
Analisa data merupakan proses paling vital dalam sebuah penelitian. Hal ini berdasarkan argumentasi bahwa dalam analisa inilah data yang diperoleh peneliti bisa diterjemahkan menjadi hasil yang sesuai dengan kaidah ilmiah.Analisis data berasal dari hasil pengumpulan data.Sebab data yang telah terkumpul, bila tidak dianalisis hanya menjadi barang yang tidak bermakna, tidak berarti, menjadi data yang mati, data yang tidak berbunyi. Oleh karena itu, analisis data di sini berfungsi untuk mamberi arti, makna dan nilai yang terkandung dalam data itu

H. Sistematika Pembahasan
Penyusunan sistematika pembahasan hendaknya dapat memberikan gambaran secara lengkap dari sebuah skripsi.Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan para pembaca untuk mengetahui tata urut atau susunan skripsi tersebut.

BAB II Kajian Teori
Teori yang berhubungan dengan pokok yang diteliti atau teori dalam penelitian tokoh bukan untuk menjustifikasi kesalahan dan kebenaran pemikirannya, namun sebagai pembanding dan alat bantu memahami pemikiran sang tokoh

Bab III Data
Data dalam Teori yang berhubungan dengan pokok yang diteliti atau pemikiran tokoh bukan saja bidang yang sedang dikaji, namun juga melatarbelakangi pemikirannya.Maka, data yang wajib ditulis meliputi latar belakang internal dan eksternal, aktivitas sosial, metodologi berfikir, dan pemikiran dalam bidang yang sedang ditulis, kontribusi pemikirannya.
1. Latar belakang internal : menjelaskan hal yang terkait dengan kehidupan personal sang tokoh, seperti pengalam pribadi dalam keluarga, pendidikan dan kiprah pengalaman dan perkembangan pemikiran dalam ranah social
2. latar belakang eksternal : menjelaskan latar belakang yang mempengaruhi gagasan dan pemikiran sang tokoh seperti iklim politik, kondisi sosial ekonomi, budaya, sastra, filsafat dan religius pada zamannya
3. Metode berfikir : menjelaskan metodologi atau kerangka berfikir sang tokoh yang biasa dipakai dalam menjawab problem sosial kemasyarakatan dan merupakan ciri khas sang tokoh. Misalnya Muhammad Syahrur dengan teori batasnya
4. Gagasan sang tokoh atau yang sedang diteliti :Gagasan-gagasan sang tokoh yang menjadi fokus penelitian. hal ini terkait dengan pendekatan yang dipakai. pendekatan tematik misalnya, akan menyodorkan pemikiran sang tokoh terhadap tema yang diangkat contoh, “ Pemikiran taqiyudin anNabhani Tentang Konsep Uang dan Relevansinya dengan Sistem Moneter di Indonesia”. maka cukup gagasan tentang uang dan moneter yang ditulis disini.

Bab IV Analisis Hasil Penelitian
Analisis terhadap Teori yang berhubungan dengan pokok yang diteliti atau gagasan sang tokoh yang sedang diteliti dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. melakukan perbandingan teori yang akan menunjukkan kelemahan dan kekuatan analisis seorang tokoh
2. melakukan sintesis ( perbandingan) tokoh lain dalam tema yang sama
3. menarik relevansi pemikiran sang tokoh dengan bidang keilmuan yang sedang berkembang dan atau kehidupan sosial
4. kontribusi pemikiran sang tokoh terhadap perkembangan

Bab V Penutup
Pada bab V atau bab terakhir dari bagian inti skripsi ini dimuat dua hal pokok, yaitu kesimpulan dan saran
A. Kesimpulan
Isi kesimpulan harus terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian atau terikat secara substantif dengan temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang ditetapkan sebelumnya.Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. Tata urutannya hendaknya sama dengan yang ada dalam rumusan dan tujuan penelitian.

B. Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan dan kesimpulan serta tidak keluar dari ruang lingkup dan implikasi penelitian, saran yang disampaikan harus sesuai dengan rumusan kegunaan penelitian yang telah ditetapkan pada bab I skripsi.
Saran hendaknya dapat dilaksanakan oleh orang yang diberi saran, tidak sulit ditafsirkan dan jelas yang dituju. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi, lembaga pemerintah atau swasta dan individu atau pihak lain yang layak.

BAB V
TEKNIK PENGETIKAN SKRIPSI

A. Ukuran Pengetikan
1. Ukuran Kertas
Naskah skripsi diketik di atas kertas jenis HVS putih ukuran kuarto (21,5 cm x 28 cm) atau A4 (21,0 cm x 29,7 cm), dengan berat minimal 70 gram. Jika diperlukan bisa menggunakan kertas khusus seperti kertas milimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan/gambar dan sejenisnya yang melebihi ukuran kertas dimungkinkan dengan catatan khusus kertas tersebut dilipat sesuai ukuran naskah.
2. Sampul
Sampul skripsi pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINU) Pacitan dibuat dari karton tebal bewarna hijau muda dengan tulisan dan gambar diatasnya berwarna emas
3. Margin
Batas pengetikan (margin) skripsi bagi mahasis STAINU Pacitan adalah sebagai berikut :
a. Margin kiri : 4 cm
b. Margin atas : 4 cm
c. Margin kanan : 3 cm
d. Margin bawah : 3 cm (lihat lampiran13)
Untuk kertas khusus menyesuaikan dengan kebutuhan.
4. Huruf
Skripsi hendaknya diketik dengan menggunakan kompoter program windows dengan jenis huruf (font) Times New Roman. Sementara itu untuk pengetikan arab digunakan jenis huruf Traditional Arabic.Pengutipan ayat-ayat al-Qur’an dari Qur’an In Word diperbolehkan, tanpa merubah model huruf.
Ukuran huruf yang digunakan untuk abstrak, naskah skripsi, lampiran, daftar pustaka adalah ukuran 12 untuk Times New Roman dan 16 untuk Traditional Arabic. Sementara pada catatan kaki, indeks ukuran 10 untuk Times New Roman dan 12 untuk Traditional Arabic.Penggunaan komputer program non windows menyesuaikan dengan huruf dan ukuran yang semirip mungkin.
Pengetikan skripsi sering dijumpai huruf normal, miring, tebal dan garis bawah. Kaidah pengetikan yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Normal untuk teks induk, abstrak, kata-kata kunci, tabel, gambar, bagan, catatan, lampiran.
b. Miring untuk kata-kata asing atau belum lazim; judul buku, jurnal, majalah dan surat kabar dalam teks utama, catatan kaki dan daftar kepustakaan.
c. Tebal untuk judul bab, subbab dan bagian penting dari suatu contoh.
d. Garis bawah tidak boleh dipergunakan kecuali dalam hal-hal yang amat khusus.

5. Spasi
Jarak antar baris (spasi) pengetikan naskah 2 spasi (ganda).Pengetikan judul tabel, gambar, bagan yang lebih dari satu baris dengan 1 spasi (tunggal).Daftar kepustakaan diketik dengan 1 spasi (tunggal), sedangkan jarak pengetikan antara dua sumber kepustakaan dengan 2 spasi (ganda). Jarak antara judul bab dengan awal naskah adalah 4 spasi, jarak antara akhir naskah dengan judul subbab adalah 3 spasi dan jarak antara judul subbab dengan naskah berikutnya adalah 2 spasi.

6. Paragraf
Pengetikan alinea baru dimulai 1,27 cm dari batas kiri pengetikan. Batas kiri pengetikan adalah 4 cm pada naskah suatu bab atau lurus dengan huruf depan dari judul subbab pada naskah suatu subbab. Sesudah tanda baca titik, koma, titik dua dan titik koma hendaknya diberi satu ketukan kosong.Sebuah paragraf hendaknya tidak dimulai pada bagian halaman yang hanya memuat kurang dari tiga baris.

B. Pengetikan Naskah
1. Bab, subbab dan anak subbab
Nomor dan nama bab ditempatkan ditengah margin atas. Nomor bab ditulis dengan angka Romawi (I, II. III dst), sedangkan nama bab ditulis dengan huruf kapital dengan jarak 2 spasi. nomor dan nama subbab serta anak subbab ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama setiap kata selain kata sandang. Nomor urut subbab ditulis dengan abjad huruf kapital (A, B, C dst), sedangkan nomor urut anak subbab dengan angka Arab (1, 2, 3 dst). Apabila dimungkinkan masih ada pemenggalan dalam anak subbab, maka hanya huruf pertama yang ditulis kapital, sementara penomoran secara bergantian antara abjad dan angka Arab dengan tanda tutup kurung tanpa titik.

2. Penomoran
Nomor halaman bagian awal skripsi ditulis dengan menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii, dst) ditempatkan dibagian tengah margin bawah berjarak 1 cm dari naskah. Sedangkan nomor halaman bagian inti skripsi ditulis dengan angka Arab dan ditempatkan ditepi kanan margin atas berjarak 1,5 cm di atas naskah utama, kecuali halaman pertama setiap bab nomornya ditempatkan dibagian tengah margin bawah berjarak 1 cm dibawah naskah utama.
3. Huruf Miring
Huruf miring digunakan untuk judul buku, nama terbitan berkala atau nama publikasi lainnya dalam catatan kaki dan daftar pustaka. Huruf miring juga digunakan untuk istilak, kosakata, kalimat dan transliterasi bahasa asing atau bahasa daerah. Huruf miring dapat diganti dengan pemberian garis di bawah huruf yang harus dimiringkan, akan tetapi keduanya tidak boleh dikombinasikan.

4. Penyajian tabel
Fungsi tabel adalah menolong karangan, menerangkan data dengan efisien.Tabel harus dapat berfungsi sendiri tanpa memerlukan tambahan keterangan dari naskah.
Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman atau disambung pada halaman berikutnya, namun jika ini terpaksa maka pada halaman berikutnya jangan lupa diulangi lagi judul tabel dan keterangan pada kolom-kolom.
Tulisan, nomor dan nama tabel ditempatkan berurutan di atas tabel pinggir kiri dengan jarak 1 spasi dengan tabel. Nomor tabel dibuat angka Arab, dalam urutan untuk seluruh bab dan dalam satu urutan tersendiri untuk lampiran. Nama tabel ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awal semua kata selain kata sandang. Jika nama tabel lebih dari satu baris, baris kedua dan selanjutnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan jarak 1 spasi. Nama tabel tidak diakhiri dengan titik, jarak antara naskah sebelum tabel 2 spasi dan sesudah tabel 3 spasi.
5. Penyajian gambar
Pengertian gambar di sini meliputi foto, grafik, diagram, skema, peta, bagan dan sejenisnya.Gambar dapat menyajikan data dalam bentuk-bentuk visual yang mudah dipahami.Gambar tidak harus dimaksudkan untuk membangun deskripsi, tetapi dimaksudkan untuk menekankan hubungan tertentu yang signifikan. Tulisan, nomor dan nama gambar ditempatkan dibawah kiri dengan jarak 1 spasi dengan gambar. Cara penulisan judul gambar sama dengan penulisan judul tabel.

C. Anotasi Ilmiah
1. Penulisan kutipan
a. Kutipan Langsung
Kutipan yang kurang dari 40 kata ditulis diantara dua tanda kutip (“…”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks yang utama. Jika didalam kutipan terdapat tanda kutip, maka digunakan tanda kutip tunggal (‘…’).
Contoh :
1) Ahmad Karim menyamakan janji dengan sumpah, yang dalam uraiannya diterangkan bahwa,”sumpah itu adalah hutang yang akan terbawa sampai mati. Janji-janji yang dikhianati akan menjadi beban berat yang akan dipikul di dunia ini maupun kelak di akhirat”.
2) Dalam pengertian Etika Islam, jujur adalah “sikap mental yang mampu memberi dorongan kuat untuk ‘beramal sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya’, baik dalam ucapan maupun perbuatan”.
Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,27 cm dari garis tepi kiri dan diketik dengan 1 spasi. Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru, maka garis barunya juga dimulai 1,27 cm dari tepi kiri garis kutipan.
Contoh :
Siapa yang biasa mendidik dengan kekerasan diantaranya siswa atau pembantu-pembantu dan pelayan-pelayan ia akan selalu dipengaruhi kekerasan, akan selalu merasa sempit hati, akan kekurangan kegiatan belajar bekerja dan akan bersifat pemalas, akan menyebabkan ia berdusta serta melakukan yang buruk, karena takut akan disangka oleh tangan-tangan kejam. Hal ini selanjutnya akan mengajarkan dia menipu dan bohong sehingga sifat-sifat ini menjadi kebiasaan dan perainya serta hancurlah arti kemanusiaan yang masih ada dalam dirinya.
Dalam kutipan langsung jika terdapat kata-kata yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik (…). Dan apabila ada kalimat yang dibuang, maka pengganti dari kalimat tersebut adalah dengan empat titik (….)
Siapa yang biasa mendidik dengan kekerasan diantaranya siswa atau pembantu-pembantu dan pelayan-pelayan ia akan selalu dipengaruhi kekerasan,… merasa sempit hati, akan kekurangan kegiatan belajar bekerja dan akan bersifat pemalas, akan menyebabkan ia berdusta serta melakukan yang buruk, …. Hal ini selanjutnya akan mengajarkan dia menipu dan bohong sehingga sifat-sifat ini menjadi kebiasaan dan perainya serta hancurlah arti kemanusiaan yang masih ada dalam dirinya.
b. Kutipan Tidak langsung
Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa sendiri oleh penulis, maka ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks.

2. Cara Mengutip
Penulisan nama penulis sebuah kutipan dalam teks dilakukan dengan menggunakan nama akhir penulis, jika ada dua penulis dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis tersebut. Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari penulis tersebut diikuti dengan dkk. Jika nama penulis tidak disebutkan yang dicantumkan dalam kutipan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran. Untuk karya terjemahan dilakukan dengan cara menyebutkan nama penulis aslinya.
Dalam menulis kutipan, STAINU Pacitan menggunakan catatan kaki (foot note).
Penulisan nomor catatan kaki adalah menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dst) yang diketik 0,5 spasi diujung kalimat yang dikutip setelah tanda baca. Jika sebuah kalimat memiliki lebih dari satu kutipan, maka tanda catatan kaki ditempatkan sebelum tanda baca. Setiap bab memiliki catatan kaki dengan nomor urut tersendiri. Catatan kaki diberi nomor sesuai dengan nomor kutipan, dalam tiap bab dimulai dengan nomor 1 (satu).
Catatan kaki ditulis pada bagian bawah teks berjarak 1 spasi dibatasi dengan garis sepanjang 5 cm dari batas margin kiri. Dalam catatan kaki harus dicantumkan nama pengarang, judul, nomor jilid, nama penerbit, tempat dan tahun penerbitan serta halaman-halaman yang dikutip atau yang berkenaan dengan teks.
Tata urut penulisan catatan kaki pada dasarnya sama, namun terkadang akan berubah jika sumber yang dikutip tidak lengkap atau jenisnya bukan buku terbitan. Berikut contoh penulisan catatan kaki untuk:

1) Buku
Tata urutan penulisan catatan kaki dari buku adalah nomor catatan kaki (diketik 0,5 spasi), nama lengkap pengarang tanpa gelar dan jangan dibalik (koma), judul termasuk anak judul diketik miring(titik), nama kota tempat terbit (titik dua), nama perusahaan/penerbit (koma), tahun terbit (koma), nomor halaman (titik).
Contoh: 1Akhyak, Etika Pendidikan Islam. Surabaya: Usaha Nasional, 2007, 27.
Untuk buku dengan pengarang dua atau tiga orang dituliskan nama seluruhnya, jika lebih dari tiga orang hanya dituliskan nama pengarang pertama dengan menambahkan kata dkk. (dan kawan-kawan) dibelakangnya.
Buku yang berisi kumpulan karangan, ditulis nama editor dengan menambahkan “(ed)” jika editornya satu dan “(eds)” jika editornya lebih dari satu.
Untuk buku yang terdiri dari beberapa jilid, dicantumkan nomor jilidnya setelah judul.
Untuk buku terjemahan tetap menggunakan nama pengarang asli, diikuti nama penerjemah dibelakang judul dan nomor jilid jika ada.
Untuk buku yang tidak memiliki tempat terbit, nama penerbit dan tahun penerbit dicantumkan tt. (tanpa tahun), tpn (tanpa penerbit) dan tkp (tanpa kota penerbit).

2) Jurnal, Majalah dan Koran (Surat Kabar)
Tata urutan penulisan catatan kaki dari buku adalah nomor catatan kaki (diketik 0,5 spasi), nama pengarang (jika ada) ditulis seperti catatan kaki pada buku (koma), judul karangan termasuk anak judul diketik diantara tanda kutip (koma), nama Jurnal diketik miring (koma), nomor Jurnal dengan angka Romawi kalau ada (koma), tanggal (jika ada), bulan dan tahun penerbitan (koma), serta nomor halaman (titik).
Contoh:2 Asyrof Syafi’i, Komunitas Pelajar “Suatu Kajian tentang Fenomena Kenakalan Remaja dalam Perspektif Moral”, Perspektif, IX, September 2009, 36.
Untuk kutipan dari majalah dan koran (surat kabar) sama dengan urutan pada jurnal.
3) Karangan ilmiah yang tidak diterbitkan
Karangan ilmiah dimaksud bisa berupa skripsi, tesis, disertasi, makalah materi seminar, penataran dan lokakarya.
Urutan penulisan catatan kaki untuk kutipan dari skripsi, tesis dan disertasi adalah setelah nomor catatan kaki nama penulis (koma), judul karangan diketik miring (koma), diikuti dengan pernyataan karangan tersebut tidak diterbitkan (koma), nama kota perguruan tinggi (titik dua), nama fakultas/jurusan serta perguruan tinggi (koma), tahun penyusunan (koma) dan nomor halaman (titik).
Contoh:3 Ahmad Arif, Pertikaian Politik Kelas Tinggi, Tidak Diterbitkan, Tulungagung : 2009, 18.
Sementara dari makalah adalah setelah nomor catatan kaki nama penulis (koma), judul makalah diketik miring (koma), diikuti dengan pernyataan penggunaan makalah tersebut (koma), nama pertemuan (koma), lembaga penyelenggara (koma), kota tempat pelaksanaan (titik dua), tanggal, bulan dan tahun pelaksanaan (titik)
4) Internet
Nama penulis, judul artikel atau karangan, nama jurnal (jika dari jurnal) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor jurnal, tahun pembuatan serta diakhiri dengan alamat sumber dan kapan diakses diantara tanda kurung.
Contoh:4 Imam Ngainun Suyitno (Online) IX 23, 2009, http://www.yahoo.com (9 Nopember 2009).

5) Penggunaan Metode Pengumpulan Data
Jenis metode pengumpulan data, nama sumber data, lokasi pengambilan (bila perlu), tanggal, bulan dan tahun pelaksanaan pengumpulan data.

6) Jika catatan kaki dengan rujukan yang sama ditulis secara berurutan maka, maka cukup ditulis dengan ibid (ditulis miring) dan halaman

Contoh :
2 Ibid, 25.

7) Jika catatan kaki dengan rujukan yang sama ditulis kembali setelah diselingi rujukan lain, maka penulisannya : Nama akhir penulis, sebagian judul (ditulis miring) dan halaman

Contoh :
3 Sanjaya, Penelitian Pendidikan… , 25.

2. Penulisan Daftar Pustaka
Semua bahan yang dijadikan sumber untuk menyusun skripsi baik secara langsung maupun tidak langsung harus disebutkan dalam daftar kepustakaan.Sementara bahan bacaan tidak dimasukkan ke dalam daftar kepustakaan.
Nama-nama pengarang pada daftar pustaka disusun berurutan berdasarkan abjad. Bila huruf pertama sama, maka dibandingkan huruf kedua, kalau masih sama maka dilihat huruf ketiga dan seterusnya sampai ditemukan huruf yang berbeda. Kalau terdapat dua karangan atau lebih dari pengarang yang sama, maka tidak perlu dicantumkan dua kali, penulisan cukup dengan membuat garis sepanjang delapan ketukan dari margin kiri sebagai pengganti nama pengarang tersebut.
Susunan penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut : (1) nama pengarang ditulis dengan urutan nama akhir, nama awal dan nama tengah tanpa gelar (titik), (2) judul, termasuk anak judul (jika ada) diketik dengan huruf miring atau digaris bawah (koma), nama penerbit (koma), kota tempat penerbitan (koma), tahun penerbitan (titik).
Untuk bahan yang tidak ada tahun, kota tempat terbit dan nama penerbit diberlakukan singkatan-singkatan sebagaimana dalam catatan kaki. Untuk bahan selain buku cara penulisan dalam daftar pustaka menyesuaikan.(Lampiran 14)

3. Transliterasi
Transliterasi adalah pengalihan huruf suatu abjad ke abjad yang lain. Karena tidak tertutup kemungkinan terdapat skripsi yang menggunakan sumber berbahasa Arab di STAINU Pacitan, maka perlu dipergunakan transliterasi Arab Latin. Untuk itu diberlakukan “Pedoman Transliterasi Arab Latin” dengan merujuk kepada keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama Republik Indonesia No. 158 tahun 1987 yang disempurnakan dengan SKB nomor 0543b/U/1997 sebagai berikut:

a. Huruf Konsonan
ا = (tidak ada) ب = b ت = t
ث = ts ج = j ح = h
خ = kh د = d ذ = dz
ر = r ز = z س = s
ش = sy ص = s ض = d
ط = t ظ = z ع = ‘
غ = gh ف = f ق = q
ك = k ل = l م = m
ن = n و = w هـ = h
ء = ` ي = y

b. Huruf Vokal
Vokal pendek ___ = a ___ = i ___ = u
Contoh:

خَرَجَ = kharaja
كُتُبٌ = kutub
اِبِلٌ = ibil
Vokal panjang ا .. = â ي .. = î و .. = û
Contoh:

مُعَامَلاَتٌ = mu’âmalât
رُجُوْعٌ = rujû’
حَفِيْظٌ = hafîz
Vokal rangkap وْ .. = au ىْ .. = ai
Contoh:
زَوْجَةٌ = zaujah
لَيْسَ = laisa

c. Kata sandang
Alif lam qomariyah tetap ditulis “al”
Contoh:

الْجَلاَلَيْنِ = al-jalâlain
الْحَدِيْثُ = al-hadits
Alif lam syamsiyah lebur kedalam huruf
Contoh:

الَّذِى = al-ladzî
الشَّمْسُ = asy-syams

d. Penulisan Ta’ Marbutah
Bila sesudahnya ada kata sandang “al”, maka ditulis t.
Contoh:

عِلَّةُ الْحُكْمِ = îllat al-hukm
شِدَّةُ الْحُبِّ = syiddat al-hubb
Bila sesudahnya tidak ada kata sandang atau terletak pada ujung kalimat, maka ditulis h.
Contoh:

مَوَدَّةٌ وَرَحْمَةٌ = mawaddah wa rahmah
اِفْتِتَاحُ الْعَافِيَةٌ = iftitâh al-‘âfiyah

e. Penulisan Kalimat
Walaupun dalam bahasa Arab tidak terdapat huruf kapital, akan tetapi dalam penulisannya diberlakukan ketentuan sebagaimana dalam bahasa Indonesia. Huruf awal setiap suku kata, nama atau judul buku selain kata sandang ditulis huruf kapital. Huruf awal setiap kalimat ditulis dengan huruf kapital, sedangkan vokal pendek diujung setiap baris (baris akhir) tidak perlu ditulis, kecuali vokal panjang.

Contoh:
عَلِّمُوْا أَوْلاَدَكُمْ ِلأَنَّهُمْ يَعِيْشُوْنَ لِزَمَانِ غَيْرِكُمْ
‘Allimû aulâdakum liannahum ya’îsyûna lizamâni ghairikum
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَاعِيَّتِهِ
Kullukum râ’in wa kullukum mas’ûlun ‘an râ’iyyatih

4. Ketentuan lain-lain :
a Jumlah halaman miniml 60 halaman
b Referensi penulisan skripsi minimal 15 buku
c Untuk sumber yang berasal dari web maksimal 30 persen dan penulisnya jelas.

Lampiran 1 : Contoh Halaman Sampul/Judul

KONSTRUKSI AKAD ASURANSI DALAM FATWA-FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA

SKRIPSI

Oleh :

SUGENG
NIM : 20100400269
NIMKO : 2010.4.106.0001.2.00270

EKONOMI SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA PACITAN
(STAINU PACITAN)
TAHUN 2019

Lampiran 2 :Contoh Halaman Pengajuan

KONSTRUKSI AKAD ASURANSI DALAM FATWA-FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA

SKRIPSI

Diajukan Kepada
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan
Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

SUGENG
NIM : 20100400269
NIMKO : 2010.4.106.0001.2.00270

EKONOMI SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA PACITAN
(STAI NU PACITAN)
TAHUN 2019

Lampiran 3 :Contoh Halaman Persetujuan

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Naskah skripsi yang disusun oleh: Sugeng Nim : 20100400269, NIMKO : 2014.4.106.0001.2.00270dengan judul “Tinjauan Tentang Konstruksi Akad Asuransi Dalam Fatwa-Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia”, telah diadakan bimbingan, pemeriksaan, maupun perbaikan seperlunya dan dipandang telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqosah/ujian skripsi.

Pacitan, …………………….

Pembimbing I

____________

Pembimbing II

_______________

Lampiran 4 :Contoh Halaman Pengesahan

PENGESAHAN

Skripsi yang disusun oleh: Sugeng Nim : 20100400269, NIMKO : 2014.4.106.0001.2.00270 dengan judul “Tinjauan Tentang Konstruksi Akad Asuransi Dalam Fatwa-Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia”telah dipertahankan di depan dewan penguji skripsi Sekolah Tinggi Agama IslamNahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan dan diterima untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam pada tanggal: …………………

DEWAN PENGUJI

1. Ketua Sidang : (Nama Lengkap) (ttd)
2. Sekretaris : (Nama Lengkap) (ttd)
3. Penguji I : (Nama Lengkap) (ttd)
4. Penguji II : : (Nama Lengkap) (ttd)

Pacitan, ……………………….

Mengesahkan :
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU)
Pacitan
K e t u a

Drs. H. IMAM FAQIH, M.S.I.

Lampiran 5 : Contoh Halaman Motto

MOTTO

Awan yang tebal tidak akan jadi hujan, ketika matahari tidak menyinari, demikian halnya moral masyarakat tidak akan baik
ketika pendidikan agama tidak ditegakkan
dan dikembangkan. *)

______________________
*) Suyitno, Pendidikan Islam dari Masa ke Masa. Surabaya: Samodra, 2007, 23
.
Lampiran 6 : Contoh Halaman Persembahan

PERSEMBAHAN

Skripsi ini penulis persembahkan kepada :
Ayah dan Ibu yang telah membesarkan dan membiayai kuliah;
Kakak dan Adik yang telah banyak memberikan semangat;
Sahabat-sahabat senasib seperjuangan;
Almamater STAINU Pacitan.

Lampiran 7 :Contoh Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.dengan berkah, rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan lancar.
Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah membimbing umat manusia menuju kebenaran dan kejujuran sehingga eksistensi kemanusiaanya senantiasa terpelihara.
Penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan karena penulis mendapatkan berbagai bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu penulis berkewajiban menyampaikan rasa terima kasih sedalam-dalamnya, terutama kepada:
1. Bapak Drs. H. Imam Faqih, M.S.I. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINU) Pacitanyang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian terkait dengan judul skripsi ini.
2. Bapak Mahmud, S.Pd, M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dalam penulisan skripsi dapat terselesaikan dengan baik.
3. Bapak Drs. H. Mukarom, M.Pd.I selaku kepala MTs Negeri Pacitan beserta bapak dan ibu guru dan staf yang telah memberi ijin dan layanan kepada penulis guna penelitian di sana.
4. Sahabat-sahabatku dan semua pihak yang telah membantu demi terselesaikannya penyusunan skripsi ini.
Walaupun penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan kekuatan yang ada, namun penulis sadar bahwa skripsi ini tidak terlepas dari kekurangan.Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca.
Akhirnya, hanya kepada Allah SWT.penulis tawakkal dan senantiasa berdoa semoga skripsi ini bermanfaat bagi diri penulis dan bagi para pembaca sekalian. Amin.

Pacitan, Pebruari 2019
Penulis

Lampiran 8 :Contoh Daftar Isi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGAJUAN iii
HALAMAN PERSETUJUAN iv
HALAMAN PENGESAHAN v
HALAMAN MOTTO vi
HALAMAN PERSEMBAHAN vii
KATA PENGANTAR viii
DAFTAR ISI x
DAFTAR TABEL xii
DAFTAR BAGAN xiii
DAFTAR LAMPIRAN xiv
ABSTRAK xv
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Penegasan Istilah 3
C. Rumusan Masalah 5
D.Tujuan Penelitian 5
E.Kegunaan Penelitian 7
F.Sistematika Pembahasan 8
BAB II : LANDASAN TEORI
A. Kejujuran 10
1. Pengertian Jujur 10
2. Tingkat Kejujuran 13
3. Fungsi Kejujuran 14
B. Evaluasi 16
1. Pengertian Evaluasi 17
2. Macam-Macam Pergaulan 22
3. Aplikasi Evaluasi 27
C.Kejujuran dalam Evaluasi 35
D. Studi Pendahuluan 38
E. Paradigma Penelitian 42

BAB III : METODE PENELITIAN
A. Pola Penelitian 44
B. Variabel dan Pengukuran 48
C. Data dan Sumber Data 49
D. Populasi, Sampling dan Sampel 50
E. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data 52
F. Analisis Data 56
BAB IV : LAPORAN HASIL PENELITIAN
A.Deskripsi Singkat Keadaan Obyek 59
B.Penyajian Data dan Analisisnya 73
C.Rekapitulasi Temuan dan Pembahasan 82
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan 88
B. Saran-Saran 89

DAFTAR KEPUSTAKAAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 9 :Contoh Daftar Tabel

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : KRITERIA INTERPRETASI 48
Tabel 2 : KEADAAN GURU MADRASAH TSANAWIYAHNEGERI PACITAN TAHUN 2017/2018 54
Tabel 3 : KEADAAN KARYAWAN MADRASAH TSANAWIYAHNEGERI PACITAN TAHUN 2017/2018…………………………………………………. 57
Tabel 4 : KEADAAN SISWA MADRASAH TSANAWIYAHNEGERI PACITAN TAHUN 2017/2018 58
Tabel 5 : KEADAAN GEDUNG MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI PACITAN 60
Tabel 6 : HASIL ANGKET TENTANG PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR 63
Tabel 7 : REKAPITULASI HASIL PENELITIAN 72

Lampiran 10 :Contoh Daftar Bagan/Gambar

DAFTAR BAGAN/GAMBAR

Bagan 1 : KERANGKA BERFIKIR 38
Bagan 2 : STRUKTUR ORGANISASI YAYASAN 52
Bagan 3 : STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH 59
Bagan 4 : STURKTUR ORGANISASI SISWA 87
Bagan 5 : STRUKTUR ORGANISASI KOMITE MADRASAH 89

Lampiran 11 :Contoh Daftar Lampiran

DAFTAR LAMPIRAN

1. Pedoman Angket
2. Pedoman Observasi
3. Pedoman Interview
4. Pedoman Dokumentasi
5. Daftar Riwayat Hidup
6. Surat Ijin Penelitian
7. Surat Keterangan Penelitian
8. Kartu Bimbingan
9. dll

Lampiran 12 : Contoh Abstrak

ABSTRAK

Siti Rohmah. 2018. Nim : 20100400269, NIMKO : 2014.4.106.0001.2.00270. Pengaruh Pemanfaatan Sumber Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pacitan Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINU) Pacitan. Pembimbing : Achmad Ridlowi, S.H.I, M.Pd.I
Latar belakang: Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sedemikian pesat telah membawa pengaruh dan perubahan bagi berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Berkat adanya revolusi teknologi komunikasi, banyak sumber belajar yang dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar, sumber belajar itu tentu sangat mendukung di Sekolah Menengah maupun pada jenjang atau tingkat yang lainnya.
Rumusan penelitian: (1) Bagaimana pemanfaatan sumber belajar dalam proses belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017?,(2) Bagaimana prestasi belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017? (1) Adakah pengaruh pemanfaatan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017?
Tujuan Penelitian:(1) Mengetahui pemanfaatan sumber belajar dalam proses belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017?, (2) Mengetahui prestasi belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017? (1) Mengetahui pengaruh pemanfaatan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017?
Metode penelitan: Sesuai tujuan penelitian, maka dalam melakukan penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif, populasi yang dijadikan sasaran adalah seluruh siswa klas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Pacitan sejumlah 186 siswa. Teknik sampling dengan menggunakan random sampling.Sedang sampelnya diambil sebanyak 51 siswa atau 15% dari populasi.Sedangkan untuk memperoleh data digunakan angket dan dokumentasi, kemudian dianalisa dengan menggunakan analisa Chi Kuadrat.
Hasil penelitian: (1) pemanfaatan sumber belajar dalam proses belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014 tergolong cukup (41%) (2) prestasi belajar yang dicapai siswa siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017termasuk kategori cukup (45%) (3) ada pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa di MTs Negeri Pacitan Klas VII Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017dengan hasil sebesar 0,567
Penutup: Sehubungan dengan hasil penelitian, disarankan (1) perlu aktifitas peningkatkan dalam pemanfaatan sumber belajar. (2) Perlu ditingkatkan prestasi belajar siswa pada semua mata pelajaran. (3) untuk meningkatkan prestasi belajar disarankan guru lebih mendorong siswa untuk mendayagunakan sumber belajar yang tersedia.

Lampiran 13 :Contoh Format Penulisan

Lampiran 14 :Contoh Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Uhbiyati, Nur.Ilmu Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 2001.
Al-Bukhari, Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim Ibn Mughirah ibn Bardazbah.Shahih Bukhari I, Darul Fikr, 2004 M/1401 H.

Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin; Etika Bergaul, (terj.) Achmad Sunarto, Jakarta, Pustaka Amani, 2005.

Al-Jazairi, Abu Bakar Jabir.Ensiklopedi Muslim, Jakarta, Darul Falah, 2003.
Anis, Ibrahim.dkk.,Al-Mu’jam Al-Wasith Juz I, Beirut, Dar Al-Ma’rifah, t.t.
An-Nadwy, Abdul Hasan Ali Al-Hasany.Riwayat Hidup Rasululluh SAW, Surabaya, Bina Ilmu, 2004.

Arikunto, Suharsimi. Manajemen Penelitian, Jakarta, Rineka Cipta, 2006.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta, Rineka Cipta, 2006.

Lampiran 15 : Contoh Halaman Sampul/Judul Proposal Skripsi

PENGARUH PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR TERHADAP
PRESTASI BELAJAR SISWA KLAS VII DI
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI PACITAN
SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2017/2018

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh :
SITI ROHMAH
NIM : 20100400269
NIMKO : 2010.4.106.0001.2.00270

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA PACITAN
(STAI NU PACITAN)
TAHUN 2019

Lampiran16 :Contoh Halaman Pengajuan Proposal Skripsi

PENGARUH PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR TERHADAP
PRESTASI BELAJAR SISWA KLAS VII DI
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERIPACITAN
SMESTER I TAHUN PELAJARAN 2017/2018

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Kepada
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan
Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Melanjutkan Penyusunan Skripsi

Oleh :
SITI ROHMAH
NIM : 20100400269
NIMKO : 2010.4.106.0001.2.00270

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA PACITAN
(STAI NU PACITAN)
TAHUN 2019

Lampiran 17 : Contoh Halaman Persetujuan Pembimbing Proposal Skripsi

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Naskah skripsi yang disusun oleh: Siti Rohmah Nim : 20100400269, NIMKO : 2014.4.106.0001.2.00270 dengan judul “Pengaruh Pemanfaatan Sumber BelajarTerhadap Prestasi Belajar Siswa Klas VII di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pacitan Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018”, telah diadakan bimbingan, pemeriksaan, maupun perbaikan seperlunya dan dipandang telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam seminar Proposal Skripsi

Pacitan, …………………….

Pembimbing I

_______________

Pembimbing II

_______________

Lampiran 18: Contoh Penulisan Daftar Tabel/Daftar Bagan/Daftar Gambar

Tabel 1. Keadaan Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Pacitan Tahun 2017/2018

KELAS JUMLAH SISWA MENURUT JENISNYA TOTAL
L P

VII
VIII
IX
30
32
26
36
34
28
66
66
54
TOTAL 88 98 186
Sumber data : Pada papan data siswa kantor MTs Negeri Pacitan Tahun 2017/2018

Tabel 2.Keadaan Sumber Belajar Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pacitan Tahun 2017/2018

NO JENIS SUMBER BELAJAR BENTUK/CONTOH

1

2

3

4

5

6

Orang

Bahan cetak

Bahan non cetak

Fasilititas

Kegiatan

Lingkungan

Kepala Tsanawiyah, Guru, Tokoh masyarakat Pembina dan sebagainya

Buku pelajaran, gambar, majalah, koran, kamus dll

Kaset, tape recorder.

Ruang belajar, lapangan, mushola, alat ibadah, perpustakaan, dll

Kerja kelompok, observasi, rekreasi, simulasi

Masjid, pasar, taman

 

 

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.